Sunday, January 27, 2013

Ciri ciri wanita hamil muda : Perubahan Selama Kehamilan

Ciri ciri wanita hamil muda - Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan mata rantai satu kesatuan dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persia­pan menyongsong kelahiran bayi, dan per­salinan dengan kesiapan untuk memeliha­ra hayi. pada kehamilan terdapat adaptasi ibu dalam bentuk perubahan rohani dan jasmani.


Perubahan Rohani
Konsepsi dan implantasi (nidasi) sebagai titik awal kehamilan menyebabkan keter­lambatan datang bulan serta menimbul­kan perubahan rohani dan jasmani. Bagi mereka dengan perkawinan yang didasari “cinta” keterlambatan datang bulan me­rupakan salah satu tanda yang menggem­birakan, karena cintanya mulai bersemi dan makin terikat kokoh dengan kehamil­an yang didambakan. Keinginan untuk memastikan makin mendesak, untuk segera melakukan pemeriksaan apalagi keluarga yang telah lama mendambakan keturunan.
Keterlambatan datang bulan diikuti perubahan subjektif seperti persaan mual, ingin muntah, pusing kepala, "nek" diba­gian perut atas, napsu makan berkurang. Setelah terbukti terjadi kehamilan pe­rasaan gembira dan cinta makin bertam­bah, yang menjiwai suasana keluarga ceta­pi diikuti perasaan cemas, karena kemung­kinan keguguran. Situasi rasa bahagia, cin­ta, berharap dan cemas inilah yang menyebabkan keluarga datang memeriksa­kan diri, dan meminta nasihat dokter, sehingga kehamilan berlangsung dengan aman sampai kelahiran.
Bagi keluarga yang kehamilan berikut­nya belum dikehendaki, terdapat kegeli­sahan dan kecewa serta berusaha menghi­langkannya dengan jalan apa pun. Disinilah perasanan komunikasi, informasi. dan edukasi serta konseling dokter diper­lukan, oleh karena "kehamilan" bukanlah semata proses biologis, tetapi lebih dari pa­da sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Tindakan apapun namanya yang dilaku­kan dengan tujuan untuk menghilangkan kehamilan, sama dengan pembunuhan. Sedangkan mudigah seharusnya menda­patkan perlindungan seksama. Negara In­donesia yang berdasarkan Pancasila tidak membenarkan tindakan "gugur kandung" dengan dalih apa pun dan kenyataan ini didukung oleh hukuman berat yang di­cantumkan dalam undang-undang kese­hatan Indonesia.
Pergaulan hidup di kalangan remaja yang mengalami revolusi hubungan seks yang menjurus ke arah bebas maka ke­hamilan yang tidak dikehendaki dapat ter­jadi. Sebagian segera dapat dikawinkan, karena memang semuanya sepengetahuan kedua orang tuanya. Remaja yang kehamil­annya diingkari, situasi cemas dan stres akan menghantui dirinya, takut me­ngatakan pada orang tuanya, karena se­olah-olah tidak dapat membawa diri dalam pergaulan, lebih-lebih kehamilan karena perbuatan dengan lebih dari satu orang pria. Bila bayi akan dibesarkan sendiri, di masyarakat Indonesia belum dapat menerima anak tanpa ayah dan perkawinan yang syah. Keadaan ini tidak dapat dilepaskan dari nama keluarga, rasa malu dan takut, sehingga satu-satunya jalan adalah melakukan gugur kandung. Gugur kandung merupakan jalan yang paling kuno dan mudah untuk menghi­langkan hasil hubungan seks yang cen­derung bebas.
Beberapa negara telah membenarkan pelaksanaan gugur kandung dengan ber­bagai macam alasan, oleh karena terbentur pertumbuhan penduduk tidak terkendali dan menjurus ke arah kemiskinan sebagai malapetaka manusia yang paling kejam. Bila dahulu pelaksanaan gugur kandung dilakukan oleh dukun dengan segala aki­batnya, kini suatu pemerintah negara da­pat memberikan fasilitas untuk melin­dungi kemungkinan kesakitan dan kema­tian akibat gugur kandung, sehingga ma­syarakat terlindung dan berbagai ancaman komplikasinya. Dalam undang-undang kesehatan Republik Indonesia no. 30 ta­hun 1992, pasal 15 tersirat masih dapar dibenarkan melakukan tindakan media tertentu untuk dapat menyelamatkan jiwa ibu dan janin dalam kandungan. Kami berpendapat tindakan itu berkaitan de­ngan pelaksanaan gugur kandung dengan indikasi medis artinya penyakit ibu akan bertambah berat bila kehamilan diteruskan.

Perubahan Jasmani
Dalam perjalanan basil konsepsi telah mengeluarkan hormon spesifik untuk ke­hamilan yang menimbulkan perubahan rohani dan jasmani. Perubahan rohani berkaitan dengan kehamilan sebagai buah cinta dan kekeluargaan. Perubahan jas­mani karma kehamilan meliputi perubah­an jasmani luar berupa perubahan kulit (perubahan warna kulit pipi dan perut), perubahan payudara, pembesaran perut, perubahan liang senggama. Perubahan jas­mani bagian dalam meliputi pembesaran rahim dan perubahan mulut rahim. juga terjadi perubahan peredaran darah dan pencernaan makanan.
Pada perubahan kulit yang terjadi be­lum diketahui sebabnya, mungkin ada hubungan dengan makin aktif kelenjar suprarenalis. Perubahan kulit itu meliputi hiperpigmentasi (warna lebih gelap) pada pipi yang berbentuk seperti sayap kupu disebut juga kloasma gravidarum, hiperpig­mentasi kulit perut (tampak hitam kemer­ahan) yang disebut juga Linea nigra, puting susu clan sekitarnya bertambah hitam pada bagian areola mama.
Perubahan payudara pada kehamilan pertama terasa adanya nyeri pada daerah ini karena terdapat timbunan air dan ga­ram yang mendesak saraf sensoris. Pembu­luh darah makin tampak sebagai tanda persiapan pembentukan air susu ibu (ASI). Selain itu terjadi perubahan pada perut, makin membesarkan rahim maka perut ibu makin didesak sehingga tampak dari luar sebagai pembesaran perut. Pe­rubahan karena pembesaran rahim terjadi pada bagian-bagian rahim itu sendiri yang susunannya demikian rupa sehingga dapat menampung kehamilan dengan berat air ketuban kurang lebih 1 kg, ari-ari (plasen­ta) 1/2 kg, dan janin seberat 3 kg (total 41/2 kg). Rahim semula seberat kira-kira 30-40 gram, berkembang menjadi seberat 1 kg dan keseluruhan pertambahan berat ibu hamil sekitar 12-15 kg. Pembesaran rahim yang dapat dilihat dan diraba dari luar, dapat menjadi pegangan untuk mem­perkirakan besarnya janin dalam rahim dan tuanya kehamilan. Dengan makin be­sar rahim, terjadi perubahan titik berat badan ibu hamil.
Perubahan yang terjadi pada liang senggama adalah area tersebut terasa makin basah, pembuluh darah makin ba­nyak, sehingga mudah terjadi infeksi ja­mur Candida albican yang terdapat bersa­ma-sama dalam liang senggama. Peruba­han asam-basa liang senggama menyebab­kan jamur tersebut berkembang dan me­nimbulkan keluhan.
Perubahan pada mulut rahim meliputi bertambahnya pembuluh darah pada kese­luruhan alas reproduksi yang menyebab­kan terjadi perlunakan sehingga dapat dibagai sebagai dugaan terjadi kehamilan. Perlunakan pada mulut rahim disebut tan­da "Goodell." Perlunakan bagian istmus rahim disebut tanda "Hegar."
Pada kehamilan hormon estrogen meningkat menyebabkan penyesuaian dari peredaran darah sehingga memberikan cukup nutrisi, pengaliran oksigen dan kar­bon dioksida, serta sisa metabolisme untuk dibuang melalui plasenta. Di samping itu terjadi pengenceran darah ibu hamil, kare­na mengandung lebih banyak air dan menyebabkan penurunan hemoglobin darah. Bila ukuran hemoglobin darah ibu kurang dari 10 gram persen disebut ane­mia dan memerlukan tambahan zat besi, meningkatkan makanan dengan nilai gizi baik, sehingga pertumbuhan janin dalam rahim makin meningkat.
Perubahan jasmani juga terjadi pada pencernaan. Perubahan ini dapat meliputi infeksi daerah gigi dalam bentuk gingivitis oleh karena higiene yang kurang, keku­rangan kalsium dalam makanan. Higiene mulut berkurang karena terjadi mual dan muntah. Terjadi hipersalivasi (mengeluar­kan air liur berlebihan), terjadi regurgitasi sehingga mulut terasa asam. Juga terdapat perasanaan perih perut bagian atas, karena rangsangan asam lambung. Proses pencer­naan makanan makin menurun karena pengaruh hormon progesteron. Dengan demikian pemeriksaan gigi dan kesehatan mulut perlu dilakukan sehingga da­pat mengurangi kemungkinan sumber infeksi.

No comments:

Post a Comment