Monday, January 28, 2013

Tanda akan melahirkan : Kehamilan dengan Perdarahan

Tanda akan melahirkan - Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu maupun janin dalam kandungan. Sekali pun demikian perdarahan yang terjadi mung­kin berasal bukan dari kehamilan seperti pembuluh darah pecah (varises), polip dari mulut rahim, perlukaan pada mulut rahim. Perdarahan tersebut tentu tidak membahayakan ibu dan janinnya. Per­darahan yang dapat membahyakah dan berhubungan dengan kehamilan pada tri­mester pertama adalah keguguran, keha­milan penyakit trofoblas, kehamilan ter­ganggu. Dan pada trimester ketiga mengal­ami perdarahan plasenta previa (pemben­tukan ari-ari yang menutupi jalan lahir), perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalia, perdarah­an dari pecahnya vasa previa.


Perdarahan pada trimester pertama te­lah dibicarakan, sehingga selanjutnya dibahas perdarahan pada trimester ketiga.

Perdarahan Plasenta Previa
Adalah keadaan implantasi plasenta demikian rupa sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim, se­hingga pembuluh darah besar ada pada sekitar mulut rahim. Dengan makin tua­nya kehamilan dan terjadi pembentukan segmen bawah rahim, terjadinya perge­seran plasenta beserta pembuluh darahnya sehingga terjadi perdarahan. Bentuk perdarahan dapat sedikit demi sedikit atau disertai gumpalan darah. Perdarahan dapat menimbulkan gangguan peredaran darah janin dan sirkulasi ibu sehingga terjadi ane­mia dan dapat jatuh dalam keadaan syok.

Perdarahan dapat terjadi pada keha­milan prematuritas arau sudah cukup bu­Ian. Perdarahan plasenta previa sebagian besar terjadi tanpa sebab dan timbul mendadak, terjadi tanpa rasa sakit, bahkan Bering saat tidur. Untuk lebih jelasnya apa yang perlu diperhatikan bila terjadi perd­arahan pada kehamilan plasenta previa lihat bagan.

Bila berhadapan dengan perdarahan pada kehamilan bagaimana pun bentuk­nya sebaiknya segera memeriksakan diri, sehingga pertolongan yang tepat dapat di­laksanakan.

Perdarahan Solusio Plasenta
Nidasi (implantasi) hasil konsepsi sebagian besar terjadi pada fundus uteri (puncak rahim), sebagai tempat yang normal. Yang dimaksudkan dengan perdarahan solusio plasenta (solusio plasenta) adalah lepasnya plasenta dari implantasinya yang normal (fundus uteri) sehingga menimbulkan rasa sakit dan gangguan nutrisi pada janin. Perdarahan pada solusio plasenta, tidak seluruhnya tampak dari luar tetapi tertim­bun di belakang plasenta, menyebabkan volume rahim makin padat. Kadang‑kadang terjadi infiltrasi darah kedalam otot rahim, yang mengganggu kontraksi rahim serta dapat menimbulkan perdarah­an sekunder.

Penyebab solusio plasenta dapat dikait­kan dengan trauma langsung pada keha­milan (jatuh saat hamil tua, trauma lang­sung pada perut), ibu yang mengidap te­kanan darah tinggi, kehamilan disertai pre-eklampsia dan eklampsia, ibu yang mengidap penyakit ginjal. Gejala solusio plasenta pada kehamilan didapat dengan anamnesa trauma langsung pada perut, terdapat kehamilan disertai penyakit (te­kanan darah tinggi, penyakit ginjal, pre­eklampsia, dan eklampsia), perdarahan di­sertai rasa sakit, akibat lepasnya plasenta menimbulkan gangguan sirkulasi (ancaman jiwa janin dalam bentuk "asfiksia" ri­ngan sampai kematian, gerak janin berkurang sampai menghilang), akibat le­pasnya plasenta pada ibu dapat terjadi timbunan darah di belakang plasenta mengakibatkan gangguan sirkulasi (tekan­an darah turun sampai syok, nadi me­ningkat), ibu hamil tampak pucat, dan perut tegang dan terasa sakit.

Kejadian solusio plasenta tidak terlalu banyak dijumpai, apalagi pada situasi ge­rakan keluarga berencana diterima masyarakat dan pelaksanaan pemeriksaan hamil makin mendapat perhatian. Sekalipun ke­jadiannya jarang dijumpai tetapi akibatnyo terhadap janin dan ibu sangat serius, se­hingga dengan perdarahan pada hamil se­baiknya segera ke tempat dengan fasilitas yang memadai.

Perdarahan pada Sinus Marginalis
Perdarahan ini terjadi menjelang persalin­an, jumlahnya tidak terlalu banyak, tidak membahayakan janin dan ibunya, karem persalinan segera akan berlangsung. Perdarahan ini sulit diduga asalnya dan baru diketahui setelah plasenta lahir. Pada pe­meriksaan plasenta dijumpai gumpalan darah ditepi, pada suatu kantong membran. Dengan demikian diduga perdarah­an yang berasal dari "sinus marginalia."

Perdarahan Vasa Previa
Vasa previa adalah penyilangan pembuluh darah pada mulut rahim yang berasal dar insersio vilamentosa plasenta. Seperti diketahui jenis pelekatan/penempelan tali pusat pada plasenta dalam bentuk insersiosentralisbila tali pusat melekat tepat ditengah plasenta, insersio parasentral perlekatan tali pusat di sekitar bagian tengah plasenta, insersio marginalia bila perlekatan tali pusat di tepi plasenta, insersio vilamen­tosa bila tali pusat melekat diluar plasenta, sehingga pembuluh darahnya berada di selaput plasenta sebelum mencapai tali pu­sat.

Bila pembuluh darah sebelum menca­pai tali pusat menyilang mulut rahim dise­but vasa previa (vasa-pembuluh darah, previa-menyilang). Keadaan ini berbahaya saat ketuban pecah dan pembuluh darah dapat pecah, serta mengeluarkan darah yang berasal langsung dari sirkulasi janin. Pecahnya vasa previa pada pembukaan kecil dan disertai perdarahan sebagian be­sar fatal karena janin langsung kehilangan darahnya. Sedangkan ibunya tidak me­ngalami gangguan apapun. Untunglah ke­jadian ini jarang terjadi. Bila kebetulan diduga terdapat "vasa previa" satu-satunya jalan untuk menyelamatkan janin adalah melakukan persalinan dengan operasi sek­sio sesarea.

No comments:

Post a Comment